JELAJAHI GALERI
INFORMASI KAMI
Kantor Pusat Sungai Kunyit merupakan pusat operasi BAI, yang menjadi tempat bertemunya inovasi dan keberlanjutan untuk memajukan perusahaan dalam industri alumina Indonesia. Kami menyediakan lingkungan kerja yang dinamis, memberdayakan tim yang berdedikasi dalam memberikan keunggulan dan memberikan keputusan strategis dan juga terlibat dalam upaya kolaboratif yang membawa BAI menuju masa depan yang lebih baik.
Alamat: Kec. Sungai Kunyit, Kab. Mempawah, Prov. Kalimantan Barat, 78371

Pengendapan dan Pencucian Lumpur Merah dirancang untuk memisahkan larutan natrium aluminat di dalam bubur yang dicerna dari residu (lumpur merah). Larutan terpisah dengan padatan tersuspensi lebih sedikit akan diolah lebih lanjut menjadi cairan hijau untuk pengendapan.

Penguapan Spent Liquor Evaporation dirancang untuk memanaskan Spent Liquor Evaporation dari presipitasi ke menghilangkan air berlebih dari proses produksi dan meningkatkan sifat kaustik konsentrasi Spent Liquor Evaporation yang diuapkan.

Pengendapan Benih dirancang untuk mengkristalkan hidrat dari natrium aluminat lewat jenuh larutan (green liquor) sehingga menghasilkan produk hidrat yang cukup dan berkualitas. Spent Liquor Evaporation akan dimurnikan untuk mendapatkan rasio mol kaustik yang lebih tinggi dan akan dikirim kembali ke Penyesuaian Caustic (Pencernaan).

Penyimpanan dan Pengangkutan Alumina akan dirancang untuk menyimpan alumina dari Alumina Kalsinasi Hidrat, dan kemudian sebagian alumina diangkut ke pelabuhan dengan truk tangki, dan beberapa dikantongi dan diangkut ke pelabuhan.

Kalsinasi Alumina Hidrat akan dirancang untuk menghilangkan air yang melekat dan kristal hidrat di bawah kalsinasi suhu tinggi (1000~1050 ℃ ), dan konversi kristal alumina diselesaikan untuk menghasilkan alumina yang berkualitas.

Predesilikasi dan Pencernaan akan memastikan konversi Kaolin menjadi DSP serta reaksi desilasi Spent Liquor Evaporation selesai setelah pencernaan dan supersaturasi silika minuman rendah. Proses ini juga akan meminimalkan penskalaan peralatan.

Boiler adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengubah air menjadi uap, yang kemudian digunakan untuk membangkitkan energi listrik atau sebagai sumber energi panas. Prinsip kerja boiler adalah dengan memanaskan air menggunakan bahan bakar seperti batu bara, minyak, atau gas, sehingga air tersebut akan berubah menjadi uap dengan tekanan dan suhu tertentu.

Turbin uap – generator yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga uap berfungsi untuk mengkonversikan energi panas dari uap air menjadi energi listrik. Proses yang terjadi adalah energi panas yang ditunjukkan oleh gradien/perubahan temperatur dikonversikan oleh turbin menjadi energi kinetik dan sudu-sudu turbin mengkonversikan energi kinetik ini menjadi energi mekanik pada poros/shaft. Pada akhirnya, generator mengkonversikan energi mekanik menjadi energi listrik. Panas dari uap air dihasilkan oleh boiler masuk ke Turbin High Pressure (HP) menuju ke LP Turbin, dan keluar pada sisi exhaust, Selanjutnya uap air yang keluar dari turbin LP masuk ke dalam kondenser untuk mengalami proses kondensasi.
Elektrostatic Precipitator (ESP) merupakah sebuah alat yang digunakan untuk menangkap abu (fly ash) menggunakan metode Electromagnetik. Adapun komponen utama pada ESP adalah Transformer rectifier, ESP Hopper, AV Pump, Colecting electrode rapper motor, discharge electrode rapper motor, collecting electrode (+), discharge electrode (-). Electrostatic Precipitator (ESP), memainkan peran penting dalam menjaga lingkungan dengan memastikan gas buang dari pembakaran batu bara terkendali. ESP dirancang untuk menangkap partikel debu dan material terlarut dalam gas buang, mencegahnya mencemari atmosfer.
ESP bekerja dengan menggunakan memanfaatkan muatan listrik untuk menarik dan mengumpulkan partikel-partikel yang terdispersi dalam gas buang. Dengan kemampuan ini, ESP membantu mengurangi emisi partikulat yang dapat merugikan kesehatan manusia dan lingkungan.
Chimney merupakan cerobong yang digunakan sebagai jalur pembuangan udara panas, asap, debu. Untuk tinggi Chimney tinggi nya 150 meter.

Ruang 10kV switchgear merupakan sebuah ruangan yang berfungsi untuk mendistribusikan tegangan listrik 10kv dari outlet generator dan juga outlet diesel generator selanjutnya akan masuk ke busbar switchgear selanjutnya outlet dari busbar switchgear masuk ke masing-masing panel switchgear 10kv yang berfungsi untuk menghidupkan motor-motor 10kv. Pada ruangan ini terbagi dari 4 lantai, lantai pertama untuk ruang genset dan distribusi genset, lt 2 untuk ruangan reactor, lantai 3 untuk ruangan kabel dan lantai 4 untuk ruangan panel switchgear

Coal yard merupakan tempat penimbunan atau penyimpanan sementara Batubara, Adapun luas coal yard adalah 15.200 m2 dengan Panjang 190 meter dan lebar 80 meter.
Kami menghadirkan fasilitas gasifikasi batubara berdasarkan prinsip sirkulasi fluidized bed untuk meningkatkan nilai tambah batubara dan efisiensi produksi alumina. Dengan teknologi ini, kami memastikan produksi gas yang optimal, membawa kemajuan signifikan pada industri alumina dan mengoptimalkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
Sistem Pengumpanan & Pengeringan Batubara merupakan komponen penting dari Sistem Gasifikasi Batubara yang bertujuan untuk memasok batubara dari tempat penyimpanan batubara ke bunker batubara. Ini mencakup fasilitas untuk mengurangi kadar air batubara, memastikan kelancaran operasi dan kinerja proses gasifikasi yang optimal. Sistem ini memainkan peran penting dalam menjaga efisiensi dan keandalan selama proses gasifikasi.
Desulfurisasi merupakan komponen penting dalam sistem gasifikasi batubara untuk memurnikan gas batubara dari gas sulfur yang mencemari lingkungan. Hal ini menjamin gas yang dihasilkan lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk digunakan dalam proses pembakaran hidrat alumina menjadi alumina pada proses kalsinasi.
Booster merupakan komponen krusial dalam proses penyaluran gas dari sistem gasifikasi batubara hingga proses kalsinasi. Keandalan booster dan pengaturan tekanan gas yang optimal dapat berdampak signifikan terhadap kuantitas produk alumina yang dihasilkan.
Stasiun pengolahan air limbah produksi adalah sebuah sistem pengolahan air limbah yang secara khusus dirancang untuk mengolah limbah secara fisik dan kimia. Hasil dari pengolahan air limbah tersebut memungkinkan untuk dimanfaatkan kembali untuk aktivitas yang lain atau dibuang ke badan air. Proses pengolahan limbah ini terdiri dari beberapa proses yaitu koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan disenfeksi.
River water regulating pool merupakan kolam utama yang dimiliki PT BAI yang berfungsi menampung air baku (raw water) yang berasal dari sungai duri (water intake) sebelum di olah di stasiun pemurnian air bersih. PT BAI memiliki dua fasilitas regulating pool dengan masing-masing kolam memiliki kapasitas sebesar 35.000 m3 dan cukup untuk memenuhi kebutuhan air pabrik selama 10 hari.
Water purification plant merupakan fasilitas penting yang bertanggung jawab untuk menyediakan air bersih yang aman dan berkualitas tinggi untuk berbagai keperluan operasional pabrik baik untuk keperluan produksi, sanitasi, maupun kebutuhan karyawan. Oleh karena itu menyediakan fasilitas air bersih yang memadai dan berkualitas tinggi merupakan hal yang esensial. Proses pengolahan air di stasiun pemurnian air bersih di PT BAI terdiri dari 5 proses yaitu koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi.
Rainwater Collecting Pool digunakan untuk mengumpulkan air hujan awal di pabrik untuk mencegah polusi dan air selanjutnya akan diangkut ke Stasiun Pengolahan Air Limbah Produksi untuk diolah dan direklamasi.
Rainwater Collecting Pool mencakup komponen utama, sebagai berikut:
Domestic Sewage Treatment Plant merupakan tempat untuk mengolah limbah domestik yang berada di PT. BAI, limbah yang sudah diolah akan dialirkan menuju Production Wastewater Treatment Plant untuk selanjutnya akan didisinfeksi. Air yang sudah didisinfeksi akan digunakan kembali dan sebagiannya akan dikembalikan ke badan air. Dalam prosesnya, akan terjadi 3 proses yaitu proses anaerobic (mendekomposisi limbah kedalam molekul organik kecil yang lebih mudah dioksidasi, dengan proses tanpa oksigen), anoxic (untuk mengubah nitrat dan nitrit menjadi nitrogen), aerobic (proses dekomposisi dan penyerapan polutan dalam air oleh bakteri dan mikroorganisme dengan bantuan oksigen) dan proses presipitasi (proses pemisahan solid-liquid). Domestic Sewage Treatment Plant terdiri dari:
Demineralized water plant merupakan tempat pengolahan air lanjutan, yang sebelumnya telah diproses dalam water purification station. Demineralisasi merupakan proses untuk menghilangkan garam mineral dari air dengan menggunakan serangkaian proses penyaringan hingga akhirnya dapat digunakan dalam produksi.
Water intake station merupakan lokasi pengambilan air sungai (Sungai Duri) yang merupakan raw water bagi kebutuhan air di PT. BAI. Water intake station terdiri atas 3 bagian yaitu water pound yang berfungsi sebagai tempat penampungan air sungai, Dosing Room yang berfungsi untuk melakukan injeksi pottasium permanganate (KMnO4) ke dalam air, dan pumping house yang berfungsi untuk mendistribusikan raw water menuju river regulating pool.
Kec. Sungai Kunyit, Kab. Mempawah, Prov. Kalimantan Barat, 78371
Gedung ANTAM, Tower B Lt. 7, Jl. TB Simatupang No. 01, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12530
021 30072299
info@old.bai.id
PT Borneo Alumina Indonesia ⓒ 2024 – Hak Cipta Dilindungi Hukum